5 Rekomendasi Film Horror Menegangkan di Tahun 2019

Rekomendasi Film Horror Menegangkan di Tahun 2019

Hasil gambar untuk film horror
film horror

Film horror merupakan kategori film yang di sukai banyak orang karena di dalam film banyak adegan yang menantang dan menyeramkan serta membuat bulu kuduk merinding. Nah di artikel kali ini saya akan membagikan 5 film horror menegangkan di tahun 2019. Jangan sampai di lewatkan karena di artikel saya ini banyak info menarik lainnya.

Kalau saya pribadi sih penggemar film horror karena menegangkan dan lumayan menantang. Banyak yang bilang juga kalau film horror mampu menghilangkan beban pikiran selama ini karena otak merasa terhibur dan fresh setelah menonton film horror.

Kalau begitu yuk langsung saja kita bahas filmnya!

1. IT Chapter Two

Hasil gambar untuk It Chapter Two
it chapter two

It chapter two sangat rekomendasi banget untuk kalian semua. Karena di film ini banyak adegan menegangkan serta membuat kita ketakutan juga. Film ini sangat cocok buat para penggemar film horror.

Warner Bros merilis trailer full-length pertama untuk sekuel It: Chapter Two pada Kamis (9/5/2019) di akun YouTube Warner Bros, Pictures. Trailer It: Chapter Two telah ditonton lebih dari 7,4 juta kali hingga Jumat (10/5/2019) pukul 10.00 WIB. Film ini mengambil latar waktu 27 tahun setelah peristiwa It: Chapter One, di mana sekelompok anak muda yang menyebut diri mereka Losers Club berhadapan dengan roh jahat yang disebut "it". Roh jahat itu bisa berubah bentuk, tapi yang paling ikonik adalah wujud badut dengan nama Pennywise yang diperankan Bill Skarsgard.

Kedua film It diadaptasi dari novel Stephen King dengan judul yang sama. Pada akhir film pertama, Losers Club berhasil mengalahkan Pennywise. Mereka mengira Pennywise telah pergi untuk selamanya dan tidak kembali lagi. Dua puluh tujuh tahun kemudian, Beverly yang diperankan Jessica Chastain mengunjungi rumahnya yang dulu. Rumah lama Beverly ternyata ditinggali seorang nenek. Beverly disambut baik dan diizinkan berkeliling rumah. "Kau tahu apa yang mereka katakan tentang Derry," kata nenek itu pada Beverly Marsh. "Tidak ada orang yang mati di sini benar-benar mati."

Beverly kemudian diserang oleh wanita itu sesaat setelah ia melihat foto seorang pria, yang tampak seperti Pennywise tanpa make up, berdiri di samping kereta sirkus tua. Dikutip dari CNBC, adegan kemudian berpindah ke anggota Losers Club yang sekarang sudah dewasa. Selain Chastain, Losers Club diperankan James McAvoy, Bill Hader, Jay Ryan, Isaiah Mustafa, James Ransone dan Andy Bean. Losers Club berkumpul lagi di kota Derry. Film sekuel It menjadi film horor paling ditunggu-tunggu tahun ini dan diharapkan dapat menarik lebih banyak penonton dari pada sekuel pertamanya.

It: Chapter One mendapat pembukaan terbesar dalam sejarah film horor di industri pada 2017. It: Chapter One menghasilkan 50 juta dolar AS pada malam pembukaan dan 123 juta dolar AS dalam tiga hari debut, menurut Comscore. Selama total penayangannya, Chapter One mendapat lebih dari 700 juta dolar AS secara global. Sutradara It, Andy Muschietti tahun ini kembali untuk mengulang kesuksesan yang diraih Chapter One.

Muschietti mengambil suasana kota Derry berpuluh-puluh tahun kemudian, ketika Pennywise si badut telah kembali untuk menimbulkan lebih banyak kekacauan, demikian seperti dilansir Deen of Geek. It dijadwalkan rilis di bioskop pada 6 September 2019 di Amerika Serikat (AS). (sumber tirto.id)

2. Annabelle Comes Home

Hasil gambar untuk Annabelle Comes Home 2019
annabelle commes home

Film annabelle comes home cocok untuk para penggemar film horror karena adegan di dalam filmnya sangat menegangkan dan menakutkan.

Annabelle Comes Home, sekuel ketiga Annabelle dan seri keenam waralaba The Conjuring Universe sedang tayang di bioskop-bioskop Indonesia pada Rabu (26/6/2019). Boneka Annabelle disegel oleh pasangan suami istri Ed Warren (Patrick Wilson) dan Lorraine Warren (Vera Farmiga) di ruang bawah tanah rumah mereka.

Boneka itu disegel agar tidak menimbulkan kekacauan yang lebih besar. Selain melakukan ritual khusus, boneka Annabelle diletakkan di lemari kaca yang telah diberkati oleh seorang pendeta. Kehadiran Annabelle di ruang bawah tanah itu malah membangkitkan kekuatan roh-roh jahat yang ada di ruangan tersebut. Keanehan di ruang bawah tanah pertama kali ditemukan Judy (McKenna Grace), anak Warren yang sedang melihat-lihat barang di bawah tanah.

Dia menyentuh banyak barang dan melihat keanehan, termasuk pada boneka Annabelle. Saat dia sedang memeriksa kursi yang bergerak sendiri, dan melihat kembali ke lemari kaca, dia sudah tidak melihat Annabelle di tempatnya. Teror kembali terjadi setelah Annabelle keluar dari ruang bawah tanah itu. Target kali ini yaitu Judy yang berusia sepuluh tahun dan teman-temannya.

Dilansir Variety, pada debutnya di 3.525 bioskop di Amerika Utara, pendapatan film yang disutradarai Gary Dauberman ini sekitar 30 juta dolar Amerika Serikat (AS). Pendapatan tersebut lebih rendah dibanding debut sekuel lain seperti The Nuns dengan 53 juta dolar AS dan Annabelle pertama dengan 37 juta dolar AS. Sekuel pertama Annabelle sukses dengan pendapatan lebih dari 257 juta dolar AS.

Seri kedua, Annabelle: Creation mendapat lebih dari 306 juta dolar AS selama penayangannya. Seri selanjutnya dari The Conjuring Universe akan rilis pada September 2020. Belum ada informasi terkait judul dan cerita yang akan rilis. (sumber tirto.id)

3. Scary Stories To Tell In The Dark

Hasil gambar untuk Scary Stories to Tell in the Dark
scary stories to tell in the dark

Scary Stories to Tell in The Dark, film horor thriller arahan sutradara André Ovredal ini mulai tayang di bioskop - bioskop tanah air pada Rabu (7/8/2019). Sinopsis Scary Stories to Tell in The Dark Di sebuah kota kecil, Mill Valley, sekelompok remaja menantang diri mereka untuk masuk ke sebuah rumah yang disebut mengerikan oleh warga sekitar. Di dalam rumah tersebut mereka menemukan sebuah buku catatan.

Buku itu akan memberikan teror kepada mereka yang telah membukanya. Pada tahun 1968, Sarah, seorang perempuan yang memiliki rahasia mengerikan, menempati sebuah rumah di pinggiran. Rumah tersebut diketahui merupakan peninggalan keluarga Bellow. Dia mengubah hidupnya yang malang menjadi serangkaian cerita menyeramkan. Keluh kesahnya ia tuliskan di sebuah buku yang ditemukan oleh sekelompok remaja tersebut bertahun-tahun kemudian, demikian ditulis IMDB.

Dilansir dari Comic Book, film ini merupakan adaptasi dari novel karangan Alvin Schwartz dan Stephen Gammell. Sang produser, Guillermo del Toro, pun menyatakan karakter antagonis The Jangly Man juga akan hadir dalam film horor ini. Manusia karet, Troy James, disebut akan memerankan karakter tersebut dengan menggenakan kostum busa dan setelan lateks. "Jangly Man, mayat hidup yang memiliki wajah miring dan menyeramkan ini merupakan gambaran Stephen Gammel yang diilustrasikan di novel Alvin Schwarts dan akan menjadi karakter antagonis utama di film," kata del Toro.

Dalam pembuatannya, sang sutradara, Ovredal, akan bekerja sama dengan penulis naskah Dan Hageman, Kevin Hageman, Patrick Melton, dan Marcus Dunstan dibawah naungan CBS Films dan Lionsgate sebagai pihak studio. Film berdurasi 120 menit ini akan dibintangi oleh Zoe Margaret Colletti, Michael Garza, Gabriel Rush, Austin Abrams, Dean Norris, Gil Bellows, Lorraine Toussaint, Austin Zajur, dan Natalie Ganzhorn. (sumber tirto.id)

4. Brightburn

Hasil gambar untuk Brightburn
brightburn

Jika diperhatikan, cerita film Brightburn ini mirip dengan cerita masa kecil Superman yang besar di pedesaan dalam keluarga petani. Di tambah lagi sang tokoh utama yang hadir di tengah pasangan yang sulit mendapat keturunan. Bedanya sang tokoh utama tumbuh menjadi pribadi yang tidak terkendali di usia yang masih sangat muda.

Yap, inti kisah dari film Brightburn ini memang sesimpel itu. Tapi sang sutradara memberi banyak pemekaran serta bumbu-bumbu thriller, yang menurut saya cukup membuat suasana studio berubah mencekam. Tapi agaknya, cerita film Brightburn ini terlalu mudah ditebak untuk sebuah film kategori Thriller.

Terlihat sekali film ini tidak didukung oleh pendanaan yang besar. Saya perhatikan, banyak properti alakadarnya dalam film ini, kecuali bangkai pesawat yang jadi properti penutup. Untungnya, cerita berlatar kota kecil yang cenderung mirip pedesaan, yang minim barang elektronik mewah. Jadi tidak perlu menghadirkan properti-properti tersebut. (sumber https://media.skyegrid.id/)

5. Pet Sematary

Hasil gambar untuk Pet Sematary 2019
pet sematary

Dalam beberapa tahun terakhir ini, para petinggi studio raksasa di Hollywood sedang sedang getol-getolnya memberikan interpretasi baru terhadap beberapa karya legendaris Stephen King yang sebelumnya sudah pernah diadaptasi ke medium film. Ada Carrie (2013) yang tidak sedikitpun mendekati versi 1976 yang dapat dikategorikan sebagai salah satu “film horor terbaik sepanjang masa”, lalu ada dwilogi It (2017, 2019) yang mampu menghadirkan level kengerian sekaligus kesenangan diatas versi lampaunya, dan paling baru adalah Pet Sematary yang versi 1989-nya belakangan berkembang menjadi cult film dengan penggemar loyal cukup masif.

Berhubung adaptasi terdahulu dari ‘teror mengerikan dari kuburan hewan’ memiliki kualitas penggarapan yang lebih mendekati It yang cenderung semenjana ketimbang Carrie yang luar biasa (akting Sissy Spacek yang ngeri ngeri sedap terlalu sulit dilampaui!), maka seharusnya mudah saja bagi duo sutradara, Kevin Kölsch and Dennis Widmyer, untuk mengkreasi sebuah adaptasi baru – plus remake – yang layak bagi Pet Sematary. Apalagi mereka memperoleh suntikkan dana lebih tinggi dan disokong pula oleh jajaran pemain yang mempunyai jejak rekam berlakon terhitung baik. Jadi, ditengok di atas kertas, apa sih yang mungkin salah dari versi termutakhir Pet Sematary ini?

Seperti halnya materi sumber, penonton pun kembali dipertemukan dengan keluarga Creed yang konfigurasinya terdiri atas Louis (Jason Clarke), Rachel (Amy Seimetz), Ellie (Jeté Laurence), Gage (dimainkan balita kembar Hugo Lavoie dan Lucas Lavoie), serta seekor kucing bernama Church. Keluarga kecil ini dikisahkan baru saja pindah rumah dari Boston, Massachusetts, ke sebuah kota kecil di Maine demi mengikuti Louis yang memutuskan untuk bekerja sebagai dokter di rumah sakit universitas setempat agar bisa memiliki waktu luang lebih bersama istri beserta kedua anaknya. Mengikuti jejak film horor pada umumnya, kepindahan ini menjadi awal mula munculnya petaka bagi keluarga Creed.

Setelah berkenalan dengan tetangga yang gerak-geriknya agak mencurigakan, Jud (John Lithgow), mereka menyadari bahwa ada tempat angker di belakang pekarangan rumah berupa pemakaman hewan. Tentu saja ini bukan pemakaman biasa karena saat manusia bersedia menembus jauh ke dalamnya, mereka akan menjumpai rahasia mengerikan dibaliknya. Rahasia yang lantas diketahui oleh Louis setelah Jud membawanya memasuki pedalaman hutan demi mengubur Church yang tewas dilindas truk. Tanpa menyadari konsekuensi yang akan didapatnya, Louis mengikuti perintah Jud yang kemudian memberinya kunjungan mengejutkan keesokan harinya. Church yang telah tiada, tiba-tiba ditemukan sedang nangkring manja di kamar Ellie dengan perangai yang sangat jauh berbeda!

Saya sebetulnya tidak antipati terhadap pergerakan kisah yang lamban dalam film. Hanya saja, pendekatan yang ditempuh oleh Pet Sematary ini tidak memberikan apapun kepada penonton kecuali rasa jenuh. Selama separuh awal, penonton dicekoki eksposisi panjang lebar mengenai sejarah dibalik pemakaman hewan menggunakan mulut Jud. Ada kalanya menarik, tapi tak jarang pula melelahkan. Sebagai bentuk antisipasi agar pemirsa tetap melek, Kölsch dan Widmyer menyiapkan strategi berupa jump scares yang justru membuat saya berharap volume bisa direndahkan alih-alih meringkuk ketakutan.

Elemen kaget-kagetannya jauh dari kata efektif, menjengkelkan, dan melunturkan sisi elegan dari film. Apa kalian melihat sekumpulan bocah dengan topeng menyeramkan ‘berparade’ kecil-kecilan di materi promosi? Well, adegan ini ternyata tidak mempunyai impak apapun pada penceritaan selain untuk menghasilkan gambar bagus (serius, mereka nggak ngapa-ngapain!). Duh. Yang lebih disayangkan lagi, duo ini turut mengorbankan karakter bernama Victor Pascow (Obssa Ahmed) yang sejatinya memiliki kontribusi signifikan terhadap pergerakan narasi, hanya demi memunculkan momen “cilukba”. Entah karena si pembuat film terlampau sibuk memikirkan cara menakut-nakuti penonton atau terlampau sibuk memikirkan “kejutan” agar film terlihat berbeda dari pendahulunya, Pet Sematary turut mengalami kendala lain yang membuat penerapan tempo lambat dan jump scares kosong menjadi kian mengganggu: minim kehangatan.

Walau jajaran pemain telah menyumbang lakon bagus saat berdiri sendiri, mereka tak pernah benar-benar menyatu saat dipertemukan. Penggambaran hubungan antar karakternya terasa begitu dingin. Saya tidak melihat adanya ikatan yang hangat diantara personil keluarga Creed, tidak mengendus adanya kasih sayang dari Ellie kepada Church, dan tidak pula melihat adanya kepedulian dalam relasi Ellie dengan Jud. Maka begitu satu dua tragedi terjadi (yang sudah dibocorkan oleh trailer!), saya urung terlibat secara emosi.

Bahkan saya pun mempertanyakan motivasi Jud dalam mengenalkan area pemakaman tersebut lantaran saya tidak pernah benar-benar merasa Jud menaruh afeksi terhadap keluarga Creed. Mengapa kamu begitu kejam, Pak Jud? Mengapa? Saking tak sanggupnya diri ini untuk terhubung dengan mereka, saya pun tidak lagi ambil pusing dengan babak pamungkasnya yang dikemas dalam mode slasher. Alhasil, saya tidak kecewa-kecewa amat saat adegan kucing-kucingan cukup seru di klimaks akhirnya berujung tumpul karena ambisi duo sutradara untuk cepat-cepat membawa Pet Sematary menuju adegan terakhir yang diniatkan sebagai kejutan.

Itu tadi jajaran film horror 2019 yang sangat recomended, gimana menurut kalian? Terima kasih buat yang sudah baca hingga selesai dan jangan lupa share ke teman teman kalian ya supaya memberikan semangat ke saya untuk update artikel setiap hari.

Sampai bertemu di artikel selanjutnya, see u guys....!

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel