Perlu Beasiswa Kuliah? Ini Tips Mencari Beasiswa Kuliah!

Mencari Beasiswa Kuliah? Perhatikan 5 Tips Ini


It's a little tricky when it comes to school funding.Sudah menjadi kewajaran umum di Indonesia bahwa orang tua membiayai kuliah anak-anaknya sampai selesai. Akan tetapi di banyak negara lain di dunia, orang tua tak memiliki keharusan membiayai kuliah anak.
Terlepas dari faktor budaya dan sebagainya, biaya kuliah kita tak harus berasal dari orang tua ataupun kerja part time. Have you ever considered scholarship, Sobat? Saat ini, sudah ada banyak beasiswa yang menawarkan pembiayaan kuliah, baik di dalam maupun di luar negeri. But how do you get one?

1. Pertahankan dan Terus Perbaiki Prestasi Akademis
Prestasi akademis adalah salah satu faktor terpenting yang menentukan layak tidaknya seseorang memperoleh beasiswa. Kriteria spesifik setiap beasiswa memang berbeda, tapi pada umumnya nilai rapor yang stabil dan diatas rata-rata memiliki peluang lebih besar untuk lolos seleksi beasiswa.
Bagaimana kalau Sobat Pintar melewatkan kesempatan beasiswa sebelum kuliah? Jangan menyerah, Sobat. Terus cari informasi beasiswa selama di kampus. Biasanya ada saja tawaran beasiswa pada semester-semester berikutnya. And again, persyaratan utamanya masih tak jauh-jauh dari prestasi akademis, yaitu IP.
Memang tak selamanya prestasi akademis menjadi tolok ukur penerimaan beasiswa. Jadi, jangan malas mengikuti berbagai kegiatan, ya! Portofolio berbagai kegiatan positif dan bermanfaat bagi banyak orang dapat menjadi nilai tambah, atau justru faktor utama, lolosnya seleksi beasiswa yang Sobat ikuti.

2. Cari Informasi Sebanyak Mungkin
Guru BP/ BK dan staf TU sekolah bisa menjadi sumber informasi beasiswa. Bila perlu, jangan menunggu dengan pasif sampai beliau-beliau menyampaikan informasi. Sebaliknya, bersikaplah proaktif dalam mencari dan mengumpulkan informasi beasiswa.
Termasuk juga, carilah informasi beasiswa kuliah pada teman-teman kakak atau bahkan saudara. Gunakan juga sosial media dan berbagai informasi online yang ada. Kunjungi laman-laman resmi institusi, universitas, organisasi, atau yayasan secara reguler –who knows, you may be lucky to see a scholarship opportunity available.
Bila Sobat Pintar berkesempatan mengikuti lomba atau kegiatan di suatu universitas, cermati apakah ada peluang beasiswa pada event tersebut – and grab it when you can! Just use all possible resources; you'll thank yourself later.

3. Pilih dan Tentukan Beasiswa yang Diinginkan
Semakin banyak informasi beasiswa yang Sobat peroleh, semakin banyak pula pilihan. Tapi perlu dicatat, jangan hanya terpaku pada beasiswa yang Sobat memang memenuhi persyaratannya. Pertimbangkan pula tawaran dari kampus yang Sobat berminat pada jurusan – atau bahkan kampusnya.
Pada kedua kriteria tersebut, kemudian perkecil pilihan Sobat pada masing-masing satu atau dua beasiswa. Yang terpenting, selama proses memilih dan memilah ini, Sobat Pintar harus memahami apa yang ingin diperoleh dari beasiswanya.
Beberapa pertimbangan yang perlu diperhatikan misalnya berapa besaran dana beasiswa, seberapa besar kebutuhan danamu, bahkan seberapa besar peluangmu lolos seleksi. When you're feeling positive about it, follow through the selection process.

4. Ajukan Sedini Mungkin
Eligibilitas terpenuhi, tawaran pendanaan juga sesuai. Lantas, kapan batas pengiriman pengajuan beasiswanya?
Pemberitahuan tentang dibukanya tawaran beasiswa hampir tak pernah dilakukan secara mendadak. Biasanya ada banyak dokumen yang harus disiapkan, bahkan tes yang harus diikuti, sehingga peserta seleksi berhak mendapat alokasi waktu yang cukup.
But don't waste your time and procrastinate everything to the last minute. Salah seorang sumber Vista Education Corp menjelaskan bahwa dana beasiswa bukan tak terbatas. Semakin cepat Sobat Pintar mengajukan diri, semakin cepat pula Sobat dikenali dan dipertimbangkan untuk menerima beasiswa.

5. Cari Alternatif atau Plan B 
 Jangan menumpukan seluruh harapanmu pada satu beasiswa. Bukankah Sobat sudah mengumpulkan banyak informasi beasiswa?
Mengajukan dua atau tiga beasiswa pada saat yang bersamaan boleh-boleh saja asalkan tak ada ketentuan yang melarang atau mengikat pada salah satunya. Tentunya, perhatikan detail setiap beasiswanya agar Sobat Pintar tak melakukan kesalahan fatal: tertukar.
Bagaimana bila Sobat hanya mengikuti satu seleksi beasiswa? Well,...  Sudah mempertimbangkan Sekolah Kedinasan? Sekolah Kedinasan biasanya menawarkan fasilitas kuliah bebas biaya, bahkan Ikatan Dinas. Both of them, scholarship and Sekolah Kedinasan, can be your interchangeably options.

Last but not least, start applying and keep trying!Jangan terlampau mudah merasa gagal. Kalau bukan sekarang, mungkin nanti. Kalau bukan yang ini, mungkin yang lain.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel