KODE IKLAN DFP 1 Kekuatan Otot Dan Pemeriksaannya | Info-Terlengkap

Recents Posts

    Iklan Atas Artikel

    Kekuatan Otot Dan Pemeriksaannya

    KODE IKLAN 200x200
    KODE IKLAN 336x280
    Kekuatan Otot sangat dibutuhkan untuk melaksanakan aktifitas. Dapat diartikan sebagai suatu kemampuan otot menahan beban eksternal maupun internal, yang sangat erat hubungannya dengan sistem neuromuskular yaitu seberapa besar kemampun saraf untuk menstimulus otot dalam berkontraksi.

    Kekuatan Otot sangat dibutuhkan untuk melaksanakan aktifitas Kekuatan Otot Dan Pemeriksaannya

    Kekuatan otot dapat diukur pada otot ektremitas atas dan bawah. Kekuatan ekstremitas atas  adalah kemampuan otot daerah bahu (hubungan antara lengan dan beban), lengan atas, lengan bawah dan tangan. Sedangkan Kekuatan otot ekstremitas bawah adalah kemampuan otot pada tungkai atas dan tungkai bawah untuk melakukan fungsinya antara lain berpindah tempat, penopangan beban berat, dan menjadi tumpuan yang stabil sewaktu berdiri.

    Cara Pemeriksaan Otot

    Untuk menentukan kekuatan otot dapat dilakukan pemeriksaan dengan cara berikut :
    1. Pasien dalam posisi berdiri, amati sistem rangka dan lihat apakah ada kelainan dan deformitas.
    2. Perhatikan adanya kontraktur dengan menyuruh pasien untuk menggerakkan persendian ekstremitas.
    3. Suruh Pasien merentangkan kedua lengan kedepan, amati adanya tremor, ukuran otot (atropi, hipertropi), serta ukur lingkar ekstremitasnya (perbedaan >1cm dianggap bermakna). Palpasi atau raba otot untuk memeriksa apakah ada kelainan otot.
    4. Sternocleidomastoideus: Pasien disuruh melihat ke salah satu sisi dengan melawan tahanan tangan pemeriksa.
    5. Trapezius: letakkan kedua tangan pemeriksa pada bahu pasien, suruh pasien menaikkan bahu melawan tahanan tangan pemeriksa.
    6. Deltoideus: suruh pasien mengangkat kedua lengan dan melawan dorongan tangan pemeriksa ke arah bawah.
    7. Otot panggul: atur posisi pasien telentang dengan kedua tungkai ekstensi, letakkan tangan pemeriksa di antara kedua lutut pasien, suruh pasien mengangkat salah satu tungkai, dorong tungkai kebawah.
    8. Abduksi panggul: atur posisi pasien telentang dengan kedua tungkai ekstensi, letakkan tangan pemeriksa pada permukaan lateral masing-masing lutut pasien, suruh pasien meregangkan kedua tungkai, melawan tahanan pemeriksa.
    9. Adduksi panggul: atur posisi pasien telentang dengan kedua tungkai ekstensi, letakkan tangan pemeriksa di antara kedua lutut pasien, suruh pasien mengangkat salah satu tungkai, minta pasien merapatkan kedua tungkai melawan tahanan pemeriksa. Palpasi otot untuk memeriksa apakah ada kelainan otot, kekuatan otot.
    10. Bisep: suruh pasien merentangkan kedua lengan dan mencoba memeluknya, pemeriksa menahan lengan agar tetap ekstensi.
    11. Trisep: Suruh pasien menekuk kedua lengan dan mencoba merentangkannya melawan usaha pemeriksa untuk membuat lengan pasien tetap fleksi
    12. Otot pergelangan tangan dan jari-jari : suruh pasien merengangkan  kelima jari dan melawan usaha pemeriksa untuk mengumpulkan kelima jari.
    13. genggaman: suruh pasien menggenggam jari telunjuk dan jari tengah pemeriksa, tarik kedua jari dari genggaman pasien.
    14. Hamstring: atur posisi pasien telentang, kedua lutut ditekuk minta pasien meluruskan tungkai melawan tahan pemeriksa
    15. Kuadrisep: atur posisi pasien telentang,lutut setengah ekstensi,pasien menahan usaha pemeriksa untuk memfleksikan lutut
    16. Otot mata kaki dan kaki : suruh pasien melawan usaha pemeriksa untuk mendorsofleksikan kakinya dan kembali melawan usaha pemeriksa untuk memfleksikan kakinya.
    17. Palpasi tulang ekstremitas dan setiap persendian untuk menemukan area yang mengalami edema atau nyeri tekan, tungka, bengkak, krepitasi, dan nodul.
    Pada Setiap pemeriksaan dengan cara diatas gunakan skala berikut agar bisa nantinya memberikan penilaian kekuatan otot, agar mudah nantinya dalam mengintervensi rencana selanjutnya.


    Skala Kekuatan Otot 0 - 5

    Skala / Nilai
    Respon
    0
    Otot sama sekali tidak mampu bergerak, tampak berkontraksi, apabila lengan/ tungaki dilepaskan, akan jatuh 100% pasif.
    1
    Tampak kontraksi atau ada sedikit gerakan dan ada tahanan sewaktu jatuh.
    2
    Mampu menahan tegak yang berarti mampu menahan gaya gravitasi(saja), tapi dengan sentuhan akan jatuh.
    3
    Mampu menahan tegak walaupun sedikit didorong tetapi tidak mampu melawan tekan / dorongan dari pemeriksa.
    4
    Kekuatan Agak lemah dibandingkan sisi lain.
    5
    Kekuatan Normal
    KODE IKLAN 300x 250
    close
    ==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==
    KODE IKLAN DFP 2
    KODE IKLAN DFP 2