Gambaran Klinis atau Tanda Dan Gejala Thypoid Abdominalis

Thypoid abdominalis merupakan suatu penyakit infeksi akut yang disebabkan salmonela thyposa, biasanya terdapat pada saluran pencernakan dengan gejala demam lebih dari satu minggu, gangguan pada saluran pencernaan dan gangguan kesadaran ( FKUI, 1985 ).

 Thypoid abdominalis merupakan suatu penyakit infeksi akut yang disebabkan salmonela thypo Gambaran Klinis atau Tanda Dan Gejala Thypoid Abdominalis

Tanda dan Gejala Thypoid abdominalis

Gambaran umum atau tanda yang sering terjadi pada thypoid abdominalis ialah sebagai berikut :

  • Gejala klinis typus abdominalis biasanya berlangsung 10 – 20 hari yang tersingkat 4 hari. Selama masa inkubasi biasanya ditemukan gejala prodonormal yang sama seperti infeksi – infeksi yang lain, seperti perasaan tak enak, badan lesu, nyeri otot dan demam yang terjadi pada minggu pertama. 
  • Pada minggu kedua timbul gejala khas typoit berupa demam remitten yang berlangsung 3 minggu. Pada minggu pertama suhu tubuh berangsur –angsur meningkat setiap hari. Pada minggu kedua penderita terus dalam keadaan demam dan pada minggu ketiga suhu badan berangsur turun. 
  • Selain demam juga muncul gejala pada saluran pencernakan yaitu pada mulut terdapat nafas berbau tidak enak, bibir kering dan pecah – pecah ( ragaden), lidah diselaput putih kotor, ujung dan tepi kemerahan kadang disertai tremor.
  • Pada abdomen mungkin timbul keadaan perut kembung ( meteorismus ) dan biasanya terjadi diare. Pada hati dan limpa terjadi hepatosplenomegali disertai nyeri pada perabaan. Disamping gejala – gejala yang biasa ditemukan gejala tersebut mungkin ditemukan juga gejala lain yaitu pada punggung dan anggota gerak dapat ditemukan roseola, yaitu bintik – bintik kemerahan karena emboli basil kedalam kapiler kulit. Kadang ditemukan bradikardi dan epitaksis. 
Selain tanda diatas untuk memastikan suatu demam merupakan thypoid abdominalis biasanya dilakukan pemeriksaan penunjang sebagai berikut :
  • Pemeriksaan darah tepi : Terdapat gambaran leukopeni pada permulaan sakit mungkin terdapat anemia dan trombositopeni ringan. Pemeriksaan darah tepi ini sederhana tapi mudah dikerjakan dilaboratorium sederhana tetapi berguna membantu diagnosa yang tepat dan juga bisa ditemukan adanya SGOT/SGPT yang meningkat.
  • Pemeriksaan widal : Dasar pemeriksaan adalah reaksi aglutinasi yang terjadi bila serum penderita dicampur dengan suspensi antigen salmonella. Pemeriksaan positif bila terjadi aglutinasi. Aglutinasi untuk membuat diagnosa diperlukan titer zat anti terhadap antigen O teter yang bernilai 1/200/L dan atau menunjukkan ketinggian yang progressif digunakan untuk membuat diagnosis karena dapat tetap tinggi setelah mendapat imunisasi / bila pasien telah lama smbuh.
Refferensi : 
  • Mansjoer, A, 2000, Kapita Selekta Kedokteran, Edisi IV, EGC, Jakarta
  • Sarwono, 1996, Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, edisi III, FKUI, Jakarta

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel