Teman Terbaik



Birds of a feather flock together. Meskipun dalam Bahasa Inggris, peribahasa tersebut relevan pada berbagai keadaan. Karena pada dasarnya, kita akan merasa nyaman bersama dengan orang-orang yang memiliki banyak kesamaan dengan kita.

Teman, Lebih dari Kumpul-Kumpul Asyik
Sobat Pintar suka mencoba kuliner-kuliner baru? Maka pasti Sobat menghabiskan banyak waktu dengan teman-teman yang sama-sama suka kuliner. Tapi ternyata, berteman tak cukup didasarkan pada kesukaan yang sama, Sobat.
Riset British Psychological Society yang dikutip pada CNBC menyebutkan bahwa mereka yang dapat membuat kita cepat pulih dari masalah adalah yang patut dijadikan teman. Riset tersebut pun menyebutkan bahwa teman-teman seperti itulah yang dapat mendukung kita untuk sukses dalam hidup – bahkan menjadi kaya!
Bagaimanapun juga, memang kesuksesan tak hanya ditentukan oleh usaha kita sendiri. Faktor luar, termasuk teman, pun memiliki kontribusi pada kesuksesan kita.
Misalnya, Sobat Pintar ingin memperbaiki nilai Bahasa Inggris. Sering menghabiskan waktu dengan si jago Bahasa Inggris dikelas akan membuat Sobat lama-kelamaan mahir dalam matapelajaran tersebut. That's how friendship simply contributes to our success.

Teman, Menentukan Ketangguhan Diri
Masih mengacu pada riset yang sama, disebutkan bahwa seseorang yang terbilang tangguh mampu memberikan kualitas persahabatan yang lebih baik. Dengan kata lain, teman terbaik bisa menjadi mekanisme perlindungan yang dapat membantu kita melewati masa-masa sulit.
Bahkan, teman yang kompetitif dapat membuat kita lebih berkembang. Karena dengan kompetisi tersebut, kita akan semakin terpacu untuk meningkatkan kualitas diri.
Tapi jangan melihatnya hanya dari satu sisi ya, Sobat. Karena waktu yang kita luangkan untuk menjalin pertemanan dan memperkuat dukungan satu sama lain dapat pula membantu kita tumbuh semakin dewasa. W e're in harmony with each other, in some way.

Teman, Cerminan Kualitas Diri Sendiri
Dalam bukunya, Change Your Habits, Change Your Life, Thomas C. Corley menyebutkan bahwa para miliarder cukup pemilih dalam bergaul. Mereka cenderung menghindari orang-orang yang pesimis. Sebaliknya, orang-orang yang optimistis, memiliki antuasiasme dan tujuan, adalah karakter yang biasanya terpilih sebagai teman.
Buku yang ditulis selama lima tahun tersebut menyebutkan bahwa 86% orang kaya berteman dengan individu yang bermental positif. Sikap positif tersebutlah yang turut mendukung kesuksesan.
And what kind of positive attitude, to be exact?Beberapa karakteristik positif yang dapat mendukung kesuksesan orang lain disekitarnya adalah mereka yang mampu menjadi penyemangat ketika dibutuhkan. Seseorang yang positif juga mampu berpikiran terbuka pada berbagai hal, juga jujur dalam tindakan dan ucapannya.
Now, rather than expecting such positive attitude from those around us, why don't we start being the positive figure? Ya, kita bisa memulainya dari diri sendiri – dan Konselor Pintar dapat membantu mewujudkannya dalam langkah-langkah yang lebih kongkrit.
Aren't we, somehow, the reflection of everyone around us? Just like an old saying: show me who your friends are, and I'll tell you who you are.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel