KODE IKLAN DFP 1 Tanda Dan Gejala Komplikasi Pemsangan Ventilator Serta Intervensinya | Info-Terlengkap

Recents Posts

    Iklan Atas Artikel

    Tanda Dan Gejala Komplikasi Pemsangan Ventilator Serta Intervensinya

    KODE IKLAN 200x200
    KODE IKLAN 336x280
    Pemasangan ventilator memiliki standar operasional dengan ketentuan waktu pasang yang telah diatur dengan tujuan membantu pasien dan meminimalkan komplikasi yang bisa timbul akibat pemasangan ventilator pada beberapa jenis pasien.



    Ventilator digunakan untuk pasien yang mengalami gagal nafas dan membutuhkan alat bantu pernafasan. Ventilator biasa digunakan pada ruangan care unit yang mayoritas pasien nya membutuhkan perawatan lebih.


    Pemasangan ventilator memiliki standar operasional dengan ketentuan waktu pasang yang tela Tanda Dan Gejala Komplikasi Pemsangan Ventilator Serta Intervensinya



    Seorang perawat yang bertugas diruangan care unit tentu sering berhubungan dengan yang namanya alat ventilator. Selain mengerti cara pemasangannya seperti pengoperasian dan memilih mode ventilator yang tepat seorang perawat juga diwajibkan untuk mengenali tanda dan gejala terjadinya komplikasi akibat pemasangan ventilator dan bisa memberikan intervensi yang tepat untuk pasien.


    Komplikasi Pemasangan Ventilator

    Komplikasi
    Tanda & Gejala/
    Intervensi
    Barotrauma atau volutrauma-cedera paru akut, dapat menyebabkan pneumotoraks atau tension pneumotoraks, pneumomediastrium, pneumoperitoneum, krepitasi subkutan.
    • Tekanan inspirasi puncak dan jalan napas rata-rata yang tinggi
    • Suara napas lemah
    • Pergesaran trakea
    • Krepitasi subkutan
    • Hipoksemia

    • Pasang selang dada atau torakostomi jarum.

    Intubasi bronkus utama kanan
    • Suara napas  di paru-paru kiri menghilang
    • Ekskursi dada unilateral

    • Reposisi ETT

    Selang endotrakeal beruba posisi atau terekstubasi secara tidak sengaja
    • Turunnya Suara napas atau menghilang

    • Pastikan lokasi selang di bibir (21-22 cm).
    • Reposisi ETT atau reintubasi.
    Kerusakan trakea akibat tekanan balon berlebihan (>30 cm H2O)
    • Ada darah di dalam sputum ketika di-suction
    • Alarm ventilator sering berbunyi

    • Pantau tekanan balon ETT setiap 4-8 jam.
    • Lakukan teknik kebocoran minimal.
    • Pastikan volume oklusi minimal.
    Kerusakan pada mukosa oral atau nasal
    • Luka pada kulit atau nekrosis pada bibir, hidung, atau membran mukosa oral.

    • Reposisi sisi-sisi selang setiap hari.
    • Oleskan petroleum jelly ke lubang hidung.
    • Berikan perawatan oral dengan sikat gigi setiap 2 jam.
    Aspirasi fistula trakeo-esofagus
    • Terdapat makanan saat di-suction dan terlihat diselang
    • Posisikan kepala 30-45 derajat dari tempat tidur
    Pneumonia pada ventilator infeksi pernapasan
    Peningkatan risiko sinusitis
    • Lihat warna dan bau sputum. Pantau suhu, hitung leukosit, LED.

    Penurunan aliran balik vena à penurunan curah jantung akibat peningkatan tekanan intratorakal
    • Hipotensi
    • Penurunan CVP, RAP dan preload.

    • Pantau tanda-tanda vital dan hemodinamik




    Ulkus stress dan perdarahan
    • Darah di dalam drainase nasogastric
    • Hematemesis dan/atau melena
    • Pemeriksaan darah pada drainase nasogastric, muntahan, feses.
    Ileus paralitik
    • Penurunan atau tidak adanya bising usus

    • Lakukan drainase nasogastric dengan suction intermiten. Pasien sering dimiringkan dan diubah posisinya
    Nutrisi yang tidak cukup, kehilangan protein
    • Mulai berikan makanan enteral jika sesuai. Mulai nutrisi parenteral total jika saluran GI tidak berfungsi atau dikontraindikasikan.
    Peningkatan tekanan intracranial
    • Perubahan tingkat kesadaran
    • Tidak dapat mengikuti perintah
    • Nilai status neurologis dengan sering

    Retensi cairan akibat peningkatan humidifikasi dari ventilator, peningkatan tekanan pada baroreseptor yang menyebabkan pelepasan ADH.
    • Nilai adanya edema.
    • Berikan diuretic
    • Alirkan selang ventilator dengan sering.




    Imobilitas
    Kulit pecah-pecah
    • Pasien sering dimiringkan dan diubah posisinnya.
    • Nilai adanya kulit yang pecah-pecah.
    • Bantu pasien bangun dari tempat tidru ke kursi kecuali jika terdapat kontraindikasi. Jaga agar kulit tetap bersih dan kering, regangkan kulit agar bebsa lipatan.
    Kesulitan komunikasi
    • Berkomunikasi dengan sederhana.
    • Ambil papan huruf/gambar
    • Gunakan diagram huruf / gambar
    • Berkomunikasi dengan bahasa isyarat
    Infeksi saluran kemih
    • Urin menjadi keruh, pekat, berbau

    • Ganti/lepas katetr foley.
    • Pastikan hidrasi yang adekuat.
    • Berikan anti-infeksi
    Thrombosis vena dalam
    • Tungkai yang nyeri dan begkak

    • nilai adanya embolisme pulmonal. Berikan heparin jika diindikasikan
    Masalah psikososial: ketakutakan, kehilangan, nyeri, ansietas, gangguna tidur, mimpi buruk, kesendirian
    • Kekhawatiran
    • Kesulitan tidur
    • Kontrol nyeri yang buruk

    • Berikan sedative, alagesik. Diperbolehkan sering kunjungan keluarga. Tetap berikan informasi kepada pasien dan keluarga.

    Sekian sharing kami tentang tanda dan gejala komplikasi pemasangan ventilator dilengkapi dengan intervensi yang bisa dilakukan oleh perawat agar komplikasi bisa minimalizir. Semoga bremanfaat untuk kita semua.

    Reff :
    • Jones, J & Fix, B. 2009. Perawatan Kritis Seri Panduan Klinis. Jakarta: Penerbit Erlangga 
    • https://docplayer.info/72913871-Pengertian-ventilator-adalah-suatu-alat-yang-digunakan-untuk-membantu-sebagian-atau-seluruh-proses-ventilasi-untuk-mempertahankan-oksigenasi.html
    KODE IKLAN 300x 250
    close
    ==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==
    KODE IKLAN DFP 2
    KODE IKLAN DFP 2