Jurusan Kuliah Yang Perlu Dihindari Jika Bukan Minat Mu

Hindari Kuliah di 5 Jurusan Ini Bila Bukan Disitu Passion-mu


When it comes to passion, you don't question. You do whatever it takes to get to the end, instead. Tapi bagaimana kalau ternyata, let's say, Sobat memilih jurusan yang tak sesuai dengan passion karena satu dan lain hal? Setidaknya, jangan sampai memilih jurusan-jurusan yang lebih berat untuk dijalani seperti di bawah ini, Sobat.

1. Arsitektur
Menurut National Survey of Student Engagement (NSSE) Indiana University, Arsitektur adalah jurusan yang dirasa paling berat bagi mahasiswanya. Salah satu sebabnya, mahasiswa Arsitektur dapat menghabiskan 22 jam seminggu untuk belajar diluar kelas – termasuk mengerjakan tugas.
Karena beban diluar kelas tersebut, sekitar 25 persen mahasiswa Arsitektur di Inggris mengalami masalah kesehatan mental – menurut Architect's Journal Student Survey. Nah, pikir lagi bila Sobat ingin kuliah Arsitektur karena alasan-alasan lain diluar minat diri sendiri.

2. Teknik Kimia
Sedikit dibawah mahasiswa Arsitektur, mahasiswa Teknik Kimia menghabiskan 19,66 jam per minggu untuk belajar diluar kelas. Alokasi waktu belajar diluar kelas tersebut termasuk untuk praktikum pada setiap semesternya. Dan ketika praktikum tersebut usai, tibalah masa penyusunan skripsi dan tugas desain pabrik.
Desain pabrik sendiri tergolong tugas yang kompleks. Pada tugas tersebut, mahasiswa Teknik Kimia harus mampu membuat rancangan pabrik, termasuk mahan mentahnya, kelengkapan pabrik, hingga potensi keuntungannya.

3. Teknik Aeronautika dan Astronotika
Aeronautika dan Astronotika dikenal juga sebagai Jurusan Teknik Penerbangan. Masih mengacu pada NSSE Indiana University, mahasiswa jurusan ini menghabiskan 19,24 jam untuk belajar diluar kelas. Bahkan sebelum mengerjakan tugas akhirnya, mahasiswa Teknik Penerbangan harus mampu mendesain pesawat.

4. Teknik Biomedis
Berikutnya, mahasiswa Teknik Biomedis membutuhkan 18,82 jam untuk belajar diluar kelas. Perpaduan antara bidang teknik dan medis sendiri sudah menghadirkan tantangan tersendiri bagi mahasiswanya.
Selain itu, dalam kelima subdivisinya, yaitu Biomedik, Biomaterial, Bioinstrument, Bioimaging, serta Bioteknologi, Teknik Biomedis pun mencakup cabang keilmuan Biologi, Fisika, dan Kimia. It's expected, then, that Biomedical students seem to be hooked on their books.

5. Biologi Molekular dan Sel
Di Amerika Serikat, mahasiswa Biologi Molekular dan Sel menghabiskan 18,67 jam untuk belajar diluar kelas. Untuk menjadi seorang ahli Biologi, Molekul, dan Sel, Sobat memang harus menguasai Biologi, Kimia, Komputer dan Elektronik, Bahasa Inggris, serta Matematika. Wajar saja bila banyak waktu dibutuhkan untuk belajar mandiri.
Di Indonesia, Jurusan Biologi Molekuler dan Sel memang belum ada. Akan tetapi, seorang ahli Biologi, Molekul, dan Sel dapat berlatar belakang keilmuan Mikrobiologi Pertanian, Biologi, Biokimia, Bioteknologi, Teknik Biomedis, Teknologi Bioproses, Rekayasa Hayati, Mikrobiologi, Bioentrepreneurship,Biomedicine, atau Bioinformatika.

6. Keperawatan
Keperawatan juga termasuk jurusan yang tergolong berat. Bagaimana tidak, mahasiswanya membutuhkan waktu untuk belajar diluar kelas dengan banyak membaca buku, belum termasuk praktik keperawatan.Technically, the students have to read at least 55 pages per day for the whole semester – from day one up to the end.

What if one of the majors above is your chosen field of study? Go for it, Sobat! Bidang-bidang diatas adalah bidang-bidang yang luar biasa. When you do your best in your study, you'll be amazing someday.
Akan tetapi, bila Sobat Pintar memilih salah satu jurusan diatas karena faktor luar, maka bisa diperkirakan betapa beratnya menjalani perkuliahan nantinya. Well, of course, if you think you can deal with it, don't look back and go for it.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel