Jenis Dermatitis, Penyebab, Gejala Dan Pencegahan

Masalah kulit yang sering dialami adalah bercak merah yang gatal, biasanya apabila digaruk permukaan kulit yang merah dan gatal akan menyebar, selain itu kerap kali akan menyebabkan kulit lecet dan iritasi, masalah kulit ini sering kali dikenal dengan dermatitis.

Dermatitis adalah salah satu peradangan pada kulit yang membuat kulit memerah dan  menimbulkan rasa gatal. Dan untuk dermatitis yang parah dapat membuat bentol-bentol seluruh tubuh, berair, bahkan bisa melepuh.

 Masalah kulit yang sering dialami adalah bercak merah yang gatal Jenis Dermatitis, Penyebab, Gejala Dan Pencegahan

Dermatitis bisa terjadi pada siapapun dengan usia berapapun, tidak juga menutup kemungkinan pada bayi dan lansia.

Jenis-jenis Dermatitis

Gejala Dermatitis bisa berbeda-beda, bahkan bentuk yang ditimbulkan bisa berbeda pula. Hal ini sesuai dengan jenis dermatitis yang diderita. Dermatitis Terbagi menjadi 3 jenis, yaitu kontak, atopik dan medikamentosa.

1. Dermatitis kontak

Dermatitis kontak merupakan respon reaksi hipersnsitivitas lambat tipe IV, kelainan inflamasi yang bersifat ekzematosa dan disebabkan oleh reaksi kulit terhadap sejumlah bahan yang irirtan atau alergenik. Ada 4 bentuk dasar: alergik, iritan, fototoksik, fotoalergika. Hampir setiap zat dapat menimbulkan dermatitis kontak antara lain: poison ivy, bahan kosmetika, sabun deterjen, dan bahan industri

Gejala yang timbul

Gatal-gatal, rasa terbakar, eritema, lesi kulit (vesikel), dan edema yang diikuti pengeluaran sekret, pembentukan krusta dan akhirnya pengeringan serta pengelupasan kulit.


Tipe

Etiologi

Gambaran Kinis
Pemeriksaan Diagnostik

Terapi




Alergik
Reaksi hipersensitivitas tipe IV yang terjadi akibat kontak kulit dengan bahan alerginik. Tipe ini memiliki periode sensitivitas 10-14 hari
v  Vasodilatasi dan infiltrat perivaskuler pada dermis
v  Edema intrasel
v  Biasanya terlihat pada permukaan dorsal tangan
Tes Pacth
v  Hindari bahan penyebab
v  Larutan Burrowl atau kompres air dingin
v  Kortikosteroid sistemik selama 7 hari






Iritan
Terjadi akibat kontak dengan bahan secara kimiawi atau fisik merusak kulit tanpa dasar imunologik. Terjadi sesudah kontak pertama dengan iritan atau kontak ulang dengan iritan ringan dalam waktu yang lama
v  Kekeringan kulit dalam beberapa hari hingga beberapa bulan
v  Vesikula, fisura dan pecah-pecah
v  Tangan dan lengan bawah merupakan bagian yang sering terkena.
Hasil patch test negatif yang sesuai
v  Anti histamin untuk mengurangi pruritus
v  Identifikasi dan penghilangan sumber iritasi
v  Pemberian krim untuk mendinginkan kulit dan mengurangi iritasi

v  Kortikosteroid topikaldan obat kompres untuk mengatasi lesi yang berair
v  Antibiotik untuk mengatasi infeksi dan antihistamin oral untuk pruritus



Fototoksik
Menyerupai tipe iritan tetapi memerlukan kombinasi sinar matahari dan bahan kimia yang merusak kulit
Serupa dengan dermatitis iritan
Tes photopatch
v  Sama seperti dermatitis alergika dan iritan



Fotoalergik
Menyeruoai dermatitis alergika tetapi memerluka pajanan cahay di samping kontak alergen untuk menimbulkan reaktivitas immunologik
Serupa dengan dermatitis alergika
Tes photopatch
v  Sama seperti dermatitis alergika dan iritan

2. Dermatitis Atopik

Dermatitis atopik adalah peradangan kulit yang melibatkan perangsangan berlebihan limfosit T dan sel mast. Tipe gatal kronik yang sering timbul, dalam keadaan yang sering disebut eksema. Kata “atopic” berhubungan dengan tiga group gangguan alergi yaitu asthma, alergi renitis (influensa), dan dermatitis atopik

Kejadian dari beberapa studi menyatakan 75 sampai 80 % dari klien dermatitis atopik mengenai perorangan atau keluarga yang mempunyai riwayat gangguan alergi. Dermatitis atopik merupakan keadaan yang biasa mengganggu mempengaruhi 0,5 – 1 % penduduk seluruh dunia

Penyebab 

Penyebab utama dermatitis atopik adalah belum diketahui. Xerosis adalah biasa lebih buruk selama periode kelembaban rendah; musim dingin daerah garis lintang utara memperburuk gatal-gatal

Gejala

Dermatitis atopik dimulai sejak selama anak-anak. Dalam keadaan akut, yang pertama tampak kemerahan, lumpur dan banyak kerak. Pada bayi lesi kulit tampak pada wajah dan bokong. Pada anak yang lebih tua dan remaja lesi tampak lebih sering muncul di tangan dan kaki, di belakang lutut, dan lipat siku. Gejala terbesar adalah pruritus hebat menyebabkan berulangnya peradangan dan pembentukan lesi, yang mrupakan keluhan utama orang mencari bantuaan

Komplikasi

Infeksi kulit oleh bakteri-bakteri yang lazim dijumpai terutama staphylococcus aureus, jamur, atau oleh virus misalnya herpes simpleks. Pengidap penyakit ini sebaiknya menghindari inokulasi virus hidup yang dilemahkan.


3. Dermatitis Medikamentosa

  • Dermatitis Medikamentosa adalah kelainan hipersensitivitas tipe I, merupakan istilah yang digunakan untuk ruam kulit karena pemakaian internal obat-obatan atau medikasi tertentu. Pada umumya reaksi obat timbul mendadak, raum dapat disertai dengan gejala sistemik atau menyeluruh.
  • Urtikaria merupakan reaksi alergi hipersensitivitas tipe I yang ditandai dengan kemunculan mendadak lesi yang menonjol edematosus, berwarna merah muda dengan ukuran dan bentuk yang bervariasi. Bagian tubuh yang terkena termasuk membran mukosa (mulut), laring dan traktus gastrointestinal.
  • Edema Angioneurotik merupakan pembengkakan timbul mendadak beberapa detik atau menit, atau secara perlahan-lahan, yang mengenai lapisan kulit yang lebih dalam, sehingga tidak nampak lesi diluar. Bagian tubuh yang sering terkena adalah bibir, kelopak mata, pipi, tangan, kaki, genitalia dan lidah; membran mukosa laring, bronkus, dan saluran gastrointestinal.
  • Alergi makanan merupakan bentuk hipersensitivitas tipe I. Gejala klinisnya berupa gejala alergi yang klasik seperti yang lainnya.
  • Serum sickness merupakan hipersensitivitas tipe III komplek imun.

Pencegahan

Cara yang terbaik untuk Pencegahan dermatitis untuk semua jenis dermatitis diatas ialah menghindari pencetus yang bisa menimbul reaksi alergi seperti makanan, cuaca dan obat-obatan. Salah satu cara yang bisa digunakan ialah dengan mengetahui jenis alergi yang diderita, dengan melakukan cek alergi, nah kalau sudah tahu alergi apa, barulah kita bisa menghindari jenis makanan, cuaca atau obat-obatan agar dermatitis tidak menjadi masalah.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel