KODE IKLAN DFP 1 Pengertian Akulturasi, Proses, Tujuan, Faktor, Dampak dan Contoh Akulturasi | Info-Terlengkap

Artikel Terbaru

Recents Posts

    Iklan Atas Artikel

    Pengertian Akulturasi, Proses, Tujuan, Faktor, Dampak dan Contoh Akulturasi

    KODE IKLAN 200x200
    KODE IKLAN 336x280
    Pengertian Akulturasi, Proses, Tujuan, Faktor, Dampak dan Contoh Akulturasi - Mungkin anda sudah tidak asing lagi dengan definisi atau pengertian akulturasi tersebut. Namun apakah anda mengetahui tujuan akulturasi, manfaat akulturasi, faktor akulturasi, ciri ciri akulturasi, dampak akulturasi dan contoh akulturasi? Akulturasi tersebut merupakan proses datangnya pengadopsian nilai nilai dan praktik budaya lain yang dilakukan oleh kelompok atau seseorang dengan satu budayanya sendiri.

    Meskipun budaya mereka berbeda, namun tetap mempertahankan budayanya sendiri. Hal ini dapat terjadi karena budaya mayoritas diadopsi unsur unsurnya oleh kelompok minoritas. Inilah yang kemudian disebut dengan pengertian akultirasi. Misalnya perbedaan etnis atau kultural dari kelompok imigran ke tempat mayoritas mereka berimigrasi. Lalu apa saja faktor yang mempengaruhi akulturasi ? tujuan, manfaat dan dampak akulturasi?

     Mungkin anda sudah tidak asing lagi dengan definisi atau pengertian akulturasi tersebut Pengertian Akulturasi, Proses, Tujuan, Faktor, Dampak dan Contoh Akulturasi
    Proses Terjadinya Akulturasi
    Proses terjadinya akulturasi terjadi secara dua arah, dimana unsur unsur budaya minoritas diadopsi oleh budaya mayoritas yang bersentuhan dengannya. Kedua budaya ini dipadukan sehingga tidak mengenal adanya kaum minoritas ataupun mayoritas. Perpaduan budaya ini dapat terjadi dengan melalui media, seni ataupun sastra. Nah pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan tentang pengertian akulturasi, tujuan akulturasi, manfaat akulturasi, faktor akulturasi, ciri ciri akulturasi, dampak akulturasi dan contoh akulturasi. Untuk lebih jelasnya dapat anda simak di bawah ini.

    Pengertian Akulturasi, Proses, Tujuan, Faktor, Dampak dan Contoh Akulturasi

    Secara umum pengertian akulturasi adalah proses pencampuran dua budaya atau lebih yang tidak menghilangkan unsur unsur kebudayaan asli sehingga tetap terlihat. Adapula pengertian secara istilah, menurut bahasa Latin kata Akulturasi berarti "Acculturate" yang artinya berkembang dan tumbuh bersama sama. Selain itu adapula definisi akulturasi yakni sebagai budaya asing yang masuk dalam masyarakat, namun sebagian orangnya menolak dan sebagian lainnya menerima.
     Pakaian Adat Gorontalo Beserta Keterangan dan Gambar
    Akultulturasi sendiri dikenalkan di indonesia bahkan sebelum masa reformasi, ketika indonesia masih dijajah dan kebudayaannya bercampur baur dengan bangsa belanda ataupun jepang. Kemudian lama kelamaan banyak ahli yang melakukan penelitian terkait proses terjadinya akulturasi tersebut. Adapun hasil dari penelitian para ahli tentang akulturasi dapat dilihat dalam materi dibawah ini.

    Pengertian akulturasi menurut para ahli

    Suyono
    Pengertian akulturasi menurut Suyono ialah proses beragam budaya yang ditransfer karena saling berhubungan dan bertemu sehingga dapat diterima serta interaksi budayanya dapat tumbuh tanpa menghilangkan budaya aslinya.

    Nardy
    Definisi akulturasi menurut Nardy ialah proses sosial yang terjadi karena pertemuan kelompok masyarakat yang satu dan kelompok masyarakat lainnya dengan kebudayaannya masing masing hingga dapat berinteraksi dan berbaur satu sama lain sampai dapat diterima dan disatukan dengan lambat laun menjadi kebudayaan bersama tanpa harus meninggalkan budaya sendiri.

    Murdock
    Pengertian akulturasi menurut Murdock ialah beragam budaya dan elemen yang dimodifikasi secara adaptif sehingga antar kelompok dapat melakukan interaksi satu sama lain dengan persamaan unsur yang tingkatnya sama besar.

    Kroeber
    Definisi akulturasi menurut kroeber ialah perubahan kebudayaan yang terjadi karena dua budaya disatukan dengan perasaan tingkat yang sama tinggi tanpa harus menghilangkan unsur atau budaya aslinya.

    Harsoyo
    Pengertian akulturasi menurut Harsoyo ialah fenomena sekelompok masyarakat dengan kebudayaannya masing masing yang berasal dari hasil kontak secara berkelanjutan dan langsung sehingga kebudayannya masing masing dapat berubah, namun keaslian dari unsurnya tetap dijaga.

    Manfaat dan Tujuan Akulturasi

    Setelah kita menarik kesimpulan pengertian akulturasi dari para ahli tersebut, kita juga bisa mempelajari manfaat akulturasi dan tujuan akulturasi itu sendiri. Mengapa saya menjadikannya dalam satu bagian? hal ini disebabkan karena baik manfaat dan tujuan akulturasi saling memiliki hubungan yang erat.

    Manfaat akulturasi secara garis besar adalah kita bisa mempelajari dan mengaplikasikan budaya lain ataupun budaya baru, tanpa harus meninggalkan ataupun merubah budaya kita sendiri. Selain itu, dengan adanya akulturasi tentunya juga membuka jendela pengetahuan dan hubungan antar daerah bahkan internasional dalam bidang kebudayaan.

    Singkatnya, akulturasi tersebut bertujuan untuk menggabungkan budaya lama dengan budaya baru, namun tidak terjadi pergantian budaya lama karena budaya baru yang masuk sehingga kedua budaya ini hanya digabungkan saja. Kemudian akulturasi secara umum juga memiliki tujuannya sendiri yakni menciptakan gagasan baru untuk mengembangkan masyarakat Nusantara tanpa harus menghilangkan budaya lamanya.

    Faktor Faktor Akulturasi

    Akulturasi seperti yang sudah saya jabarkan diatas tidak terjadi dengan sendirinya. Proses akulturasi dapat terjadi karena dipengaruhi oleh beberapa faktor didalamnya, baik faktor eksternal maupun internal.

    Dalam pembelajaran IPS ataupun sosiologi kita bisa dengan mudah menemukan materi ajar akulturasi ini. Masuknya materi akulturasi kedalam kurikulum diharapkan agar siswa mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari hari.

    Lalu apa penyebab terjadinya akulturasi? dan apa saja faktor faktor yang mempengaruhi terjadinya akulturasi? Berikut beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya akulturasi akulturasi yaitu meliputi:

    Faktor internal yang mempengaruhi terjadinya akulturasi :
    • Berkurang dan bertambahnya penduduk batak, orang asli, iban, singh, kadazan dan sebagainya
    • Lahirnya penemuan baru.
    • Penemuan baru yang disempurnakan atau Invention.
    • Adanya revolusi atau pemberontakan. 
    • Terjadinya konflik dalam masyarakat.
    • Adanya pembaruan atau innovation sehingga dalam kehidupan masyarakat terdapat penerapan penemuan baru untuk mengganti, menambah atau melengkapi yang sudah ada. Dengan melalui penemuan tersebut, masyarakat akan terdorong kesadaran dalam kehidupannya seperti kekurangan unsur, anggota, dan kualitas ahli masyarakat.
     Jenis Jenis Bank Beserta Tugas dan Contohnya Terlengkap
    Faktor eksternal yang mempengaruhi terjadinya akulturasi:
    • Faktor akulturasi secara eksternal dapat dilihat dari alam yang berubah.
    • Kebudayaan lain yang berpengaruh melalui penyebaran kebudayaan (difusi), pembauran budaya dimana budaya lama tidak terlihat (asimilasi), dan pembauran budaya yang masing masing sifatnya masih terlihat (akulturasi).
    Itulah berbagai faktor internal dan eksternal yang menyebabkan terjadinya akulturasi. Proses akulturasi sendiri bisa dipengaruhi lebih dari satu faktor dan tentunya akan meningkatkan kecepatan akulturasi itu sendiri

    Ciri Ciri Akulturasi

    Akulturasi merupakan fenomena sosial, dalam proses terjadinya juga memiliki ciri ciri khusus. Ciri ciri tersebut dapat menandai terjadinya akulturasi. Adapun ciri ciri akulturasi yaitu meliputi:
    • Timbul sikap terbuka karena kebudayaan yang terpengaruh.
    • Kelompok masyarakat tertentu yang merasakan kecocokan karena nilai kebudayaan baru yang masuk sehingga rasa suka dapat timbul dalam budaya tersebut.

    Dampak Akulturasi

    Dampak positif akulturasi dan dampak negatif akulturasi merupakan hasil akhir yang akan kita dapatkan ketika kebudayaan antar bangsa bercampur. Menurut beberapa ahli, proses sosial ini juga menimbulkan beberapa dampak tertentu. Adapun dampak dampak terjadinya akulturasi yaitu meliputi:
    • Membuat cara pandang dalam kehidupan masyarakat menjadi berubah dari hal hal yang lama menjadi hal yang lebih baru. Misalnya untuk bertemu atau bertatap muka dengan orang tua atau kerabat sangatlah mudah dijaman sekarang. Sekarang ini proses komunikasi dapat dilakukan melalui pesan singkat, telepon, video call dan sebagainya.
    • Berubahnya kepiawaian, mentalitas dan rasa malu dalam masyarakat. Misalnya seorang perempuan yang dapat bekerja diluar rumah, dapat mengendalikan perusahaan besar, sebagai pengusaha, berpolitik, dan sebagai penguasa yang notabennya hanya laki laki yang bisa melakukannya.
    • Wawasan masyarakat yang semakin terbuka menuju pengetahuan yang arahnya luas. Misalnya menemukan teknologi yang canggih dan hal hal yang baru diketahui.
    • Pergaulan yang semakin berubah menjadi lebih terbuka seperti semakin terbukanya hubungan antar remaja.
    Sebagai masyarakat yang mengerti tentang proses sosial, tentunya kita sudah bisa memilih dan memilah mana dampak positif akulturasi dan dampak negatif akulturasi seperti diatas.

    Contoh Akulturasi

    Selanjutnya saya akan membagikan beberapa contoh akulturasi dari bermacam macam aspek seperti bahasa, seni, kehidupan sehari hari, sistem pemerintahan dan lain lain. Berikut contoh contohnya yaitu meliputi:

    Dalam Seni Bangunan
    Contoh akulturasi dalam aspek seni bangunan dapat berbentuk bangunan candi. Candi tersebut merupakan wujud kebiasaan Hindu Budha dengan Indonesia. Candi ini digunakan sebagai perwujudan bentuk akulturasi antara India dengan Indonesia.

    Dalam Seni Tari
    Selanjutnya terdapat contoh akulturasi dalam aspek seni tari yaitu berupa tari betawi. Di daerah Jakarta banyak sekali pemukiman dan penyebaran orang orang Betawi, mulai di pinggir kota, tengah kota atau di pesisir kota. Lokasi tempat tinggal yang berbeda tersebut akan menyebabkan perbedaan karakter atau kelaziman yang berakibat negatif pada pembiasan sosial. Selain itu orang Betawi juga memiliki ciri khasnya masing masing yang berpengaruh terhadap interaksinya dengan suku lain. Maka dari itu, terciptalah sebuah tarian yang berbeda beda. Contoh akulturasi yang cukup terlihat ialah pencampuran kebiasaan orang Cina dengan orang Betawi hingga dapat menciptakan tari gambang kromong, cokek, dan lenong.
     Pengertian Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme Terlengkap
    Dalam Seni Berpakaian
    Selanjutnya terdapat contoh akulturasi dalam aspek seni tari yaitu berupa pakaian adat betawi yang digunakan oleh orang orang betawi. Biasanya orang betawi menggunakan pakaian adat yang disertai dengan destar atau tutup kepala. Untuk atasan pada pakaian adatnya berupa baju atas yang menutupi leher disertai dengan bawahan celana panjang. Pakaian untuk pria Betawi dilengkapi dengan selembar kain batik yang melingkar di pinggang. Selain itu juga ditambah dengan sebilah belati yang terletak di depan perut.

    Dalam Sastra dan Aksara
    Di Indonesia terjadi proses penyebaran agama Islam yang mempengaruhi bidang tulisan atau aksara. Pada akhirnya masyarakat Indonesia mulai mengetahui tulisan Arab dan berkembang tulisan Arab Gundul atau tulisan arab Melayu. Tulisan Arab Gundul ialah bahasa Melayu yang diwujudkan dalam tulisan arab namun tidak disertai dengan tanda a, u dan i. Kemudian adapula seni kaligrafi yang merupakan wujud perkembangan huruf Arab dengan hiasan bermotif gambar wayang maupun ukiran. Adapun wujud wujud contoh akulturasi dalam seni sastra yakni berupa suluk, hikayat, primbon dan babad.

    Dalam Sistem Pemerintahan
    Contoh akulturasi juga terdapat dalam sistem pemerintahan. Di Indonesia pada awalnya terdapat kerajaan kerajaan dengan corak Hindu Budha, namun mengalami keruntuhan setelah masuknya ajaran Islam. Hingga pada akhirnya kerajaan kerajaan di Indonesia mulai digantikan dengan corak agama Islam seperti Kerajaan Malaka, Kerajaan Samudra Pasai, Kerajaan Demak dan lain lain. Dalam kerajaan Islam terdapat sistem pemerintahan yang berupa pemakaman secara islam oleh para raja yang bergelar Sunan atau Sultan serta para wali yang telah meninggal. Untuk itu tempat pemakamannya tidak terjadi di dalam Candi lagi.

    Dalam Sistem Kalender
    Pada tahun 78 M, masyarakat Indonesia sebelum mengenal budaya Islam menggunakan kalender Hindu yang berupa kalender Saka. Kemudian setelah Islam mulai berkembang di Indonesia, terciptalah kalender Jawa yang di buat oleh Sultan Mataram bernama Sultan Agung. Kalender tersebut menggunakan peredaran bulan dalam perhitungannya. Contohnya tahun Hijriah (Islam), perayaan Hallowen (Eropa), memberian angpao (budaya Cina), valentine, thanksgiving dan sebagainya.

    Sekian penjelasan mengenai pengertian akulturasi, tujuan akulturasi, manfaat akulturasi, faktor akulturasi, ciri ciri akulturasi, dampak akulturasi dan contoh akulturasi. Akulturasi merupakan proses pencampuran dua budaya atau lebih yang tidak menghilangkan unsur unsur kebudayaan asli sehingga tetap terlihat. Semoga artikel ini dapat menambah wawasan anda dan terima kasih telah membaca.
    KODE IKLAN 300x 250
    close
    ==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==
    KODE IKLAN DFP 2
    KODE IKLAN DFP 2