KODE IKLAN DFP 1 Penilaian Keadaan Bayi Baru Lahir Dengan Menggunakan Metode Score Apgar | Info-Terlengkap

Recents Posts

    Iklan Atas Artikel

    Penilaian Keadaan Bayi Baru Lahir Dengan Menggunakan Metode Score Apgar

    KODE IKLAN 200x200
    KODE IKLAN 336x280
    Pada saat bayi baru dilahirkan seorang petugas kesehatan akan melakukan penilaian keadaan atau kondisi bayi secara keseluruhan, untuk mengetahui apakah bayi dalam keadaan sehat atau justru membutuhkan pertolongan medis. Salah satu metode yang sering digunakan ialah score apgar. Pemeriksaan menggunakan metode ini meliputi tonus otot, nadi, refleks iritabilitas, warna kulit dan pernafasan.


    Apgar score  adalah suatu metode penilaian yang digunakan untuk mengkaji kesehatan bayi baru lahir atau neonatus dari menit pertama sampai 5 menit setelah lahir, serta dapat diulang pada menit ke 10 sampai 15 . Nilai apgar merupakan standart evaluasi neonatus dan dapat dijadikan sebagai data dasar untuk evaluasi di kemudian hari . (Adelle, 2002).

    Apgar sendiri pertama kali diperkenalkan oleh dr. Virginia Apgar pada tahun 1952 yang digunakan untuk menilai atau mengkaji keadaan bayi baru lahir. Dan apgar itu sendiri diambil dari nama belakangnya. Setelah itu pada tahun 1962 Joseph membuat akronim dari kata APGAR tersebut , yaitu Appearance (colour : warna kulit) , Pulse (heart rate : denyut nadi) , Grimace ( refleks iritabilitas : refleks terhadap rangsangan) , Activity (tonus otot) , dan Respiration (usaha bernapas).(Sujiyatini , 2011) .

    Dalam dunia kesehatan ada 3 tahapan pada saat bayi baru lahir dan setiap tahap ini akan dilakukan penilian dan pengkajian, agar bisa mendapatkan data dari bayi baru lahir tersebut. Adapun tahap tersebut ialah sebagai berikut :

    • Tahap 1

    Terjadi segera setelah lahir, selama menit-menit pertama kelahiran. Pada tahap ini digunakan system scoring apgar untuk fisik dan scoring gray untuk interaksi bayi dan ibu.

    • Tahap II

    Disebut tahap transisional reaktifitas. Pada tahap II dilakukan pengkajian selama 24 jam pertama terhadap adanya perubahan prilaku.

    • Tahap III

    Disebut tahap priodik, pengkajian dilakukan setelah 24 jam pertama yang meliputi pemeriksaan seluruh tubuh.

    Nah sebelum kita memasuki pembahasan utama kita yaitu penilaian kondisi bayi baru lahir dengan menggunakan score apgar, ada baiknya kita ketahui dahulu beberapa ciri kondisi bayi normal dan sehat.

    Adapun ciri-ciri bayi baru lahir dalam kondisi atau keadaan sehat ialah sebagai berikut :
    • Lahir aterm antara 37-42 minggu.
    • Berat badan 2500-4000 gram.
    • Panjang badan 48-52 cm.
    • Lingkar dada 30-38 cm.
    • Lingkar kepala 33-35 cm.
    • Lingkar lengan 11-12 cm.
    • Frekuensi denyut jantung 120-160 x/menit.
    • Pernafasan ± 40-60 x/menit.
    • Kulit kemerah-merahan dan licin karena jaringan subkutan yang   cukup.
    • Rambut lanugo tidak terlihat dan rambut kepala biasanya telah sempurna.
    • Kuku agak panjang dan lemas.
    • Nilai APGAR > 7.
    • Gerak aktif.
    • Bayi lahir langsung menangis.
    • Reflek rooting (mencari putting susu dengan rangsangan taktil pada pipi dan daerah mulut) sudah terbentuk dengan baik.
    • Reflek sucking (hisap dan menelan) sudah terbentuk dengan baik.
    • Reflek moro (gerakan memeluk bila dikagetkan) sudah terbentuk dengan baik.
    • Refleks grasping (menggenggam) sudah baik.
    • Genetalia : Pada laki-laki kematangan ditandai dengan testis yang berada pada skrotum dan penis yang berlubang dan Pada perempuan kematangan ditandai dengan vagina dan uretra yang berlubang, serta adanya labia mayora dan labia minora.
    • eliminasi baik yang ditandai dengan keluarnya mekonium dalam 24 jam pertama dan bewarna hitam kecoklatan.
    Setelah kita jelaskan tentang ciri-ciri kondisi bayi baru lahir dalam keadaan sehat seperti yang telah dijelaskan diatas, sekarang kita masuk ke pembahasan utama kita yaitu metode score apgar.

    Tabel Score Apgar

    Indikator
    0 Poin
    1 Poin
    2 Poin
    A
    Aktivitas
    (tonus otot)
    Tidak ada
    Fleksi lambat pada lengan dan tungkai
    Pergerakan aktif
    P
    Pulse (Nadi)
    Tidak ada
    < 100 kali/menit
    >100 kali/menit
    G
    Grimace
    (Refleks iritabilitas)
    Tidak ada respons
    Meringis
    Bersin, batuk,  gerakan menghindar
    A
    Appearance
    (warna kulit)
    Biru keabu-abuan pucat
    Merah muda, kecuali ekstremitas
    Merah muda disekujur tubuh
    R
    Respiration
    (pernapasan)
    Tidak ada
    Lambat, irregular, menangis lemah
    Teratur, dalam; menangis kuat

    Untuk Mendownload tabel Score Apgar, DISINI

    Cara menilai keadaan bayi baru lahir score apgar dan menggunakan tabelnya.

    Skor Apgar dinilai pada menit pertama , menit kelima , dan menit kesepuluh setelah bayi lahir , untuk mengetahui perkembangan keadaan bayi tersebut . Namun dalam situasi tertentu , Skor Apgar juga dinilai pada menit ke 10 , 15 , dan 20 , hingga total skor 10 . (Sujiyatini , 2011).

    1. Menilai warna kulit (Appearance)

    Menilai kulit bayi . Nilai 2 jika warna kulit seluruh tubuh bayi kemerahan , nilai 1 jika kulit bayi pucat pada bagian ekstremitas , dan nilai 0 jika kulit bayi pucat pada seluruh badan (Biru atau putih semua) .

    2. Menilai denyut jantung (Pulse)

    Untuk mengetahui denyut jantung bayi , dapat dilakukan dengan meraba bagian atas dada bayi di bagian apeks dengan dua jari atau dengan meletakkan stetoskop pada dada bayi . Denyut jantung dihitung dalam satu menit , caranya dihitung 15 detik , lalu hasilnya dikalikan 4 , sehingga didapat hasil total dalam 60 detik . Jantung yang sehat akan berdenyut di atas 100 kali per menit dan diberi nilai 2 . Nilai 1 diberikan pada bayi yang frekuensi denyut jantungnya di bawah 100 kali per menit . Sementara bila denyut jantung tak terdeteksi sama sekali maka nilainya 0 .

    3. Menilai respon reflek (Grimace)

    Ketika selang suction dimasukkan ke dalam lubang hidung bayi untuk membersihkan jalan nafasnya , akan terlihat bagaimana reaksi bayi . Jika ia menarik , batuk , ataupun bersin saat di stimulasi , itu pertanda responnya terhadap rangsangan bagus dan mendapat nilai 2 . Tapi jika bayi hanya meringis ketika di stimulasi , itu berarti hanya mendapat nilai 1 . Dan jika bayi tidak ada respon terhadap stimulasi maka diberi nilai 0 .

    4. Menilai tonus otot (Activity)

    Hal ini dinilai dari gerakan bayi . Bila bayi menggerakkan kedua tangan dan kakinya secara aktif dan spontan begitu lahir , artinya tonus ototnya bagus dan diberi nilai 2 . Tapi jika bayi dirangsang ekstermitasnya ditekuk , nilainya hanya 1 . Bayi yang lahir dalam keadaan lunglai atau terkulai dinilai 0 .

    5. Menilai pernapasan (Respiration)

    Kemampuan bayi bernafas dinilai dengan mendengarkan tangis bayi . Jika ia langsung menangis dengan kuat begitu lahir , itu tandanya paru-paru bayi telah matang dan mampu beradaptasi dengan baik . Berarti nilainya 2 . Sedangkan bayi yang hanya merintih rintih , nilainya 1 . Nilai 0 diberikan pada bayi yang terlahir tanpa tangis (diam) .

    Kriteria Keadaan Bayi Berdasarkan Nilai Score yang didapat setelah penilaian Apgar dilakukan.
    1. Hasil score 7 - 10 berarti bayi berada dalam kondisi baik atau dinyatakan bayi normal.
    2. Hasil score 4 - 6 berarti bayi asfiksia ringan sedang,dalam keadaan ini bayi memerlukan tindakan bersihan jalan napas dengan resusitasi dan pemberian oksigen tambahan sampai bayi dapat bernafas normal .
    3. Hasil skor 0 - 3 berarti bayi asfiksia berat,dalam keadaan ini bayi memerlukan tindakan resusitasi segera secara aktif dan pemberian oksigen secara terkendali.
    Demikian penjelasan singkat kami tentang penilaian keadaan bayi baru lahir dengan metode score apgar, semoga bisa menjadi refferensi teman-teman sekalian, Terima Kasih.
    KODE IKLAN 300x 250
    close
    ==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==
    KODE IKLAN DFP 2
    KODE IKLAN DFP 2