KODE IKLAN DFP 1 Laporan Pendahuluan / LP Osteoporosis (Tulang keropos) Lengkap, Download Doc dan Pdf | Info-Terlengkap

Recents Posts

    Iklan Atas Artikel

    Laporan Pendahuluan / LP Osteoporosis (Tulang keropos) Lengkap, Download Doc dan Pdf

    KODE IKLAN 200x200
    KODE IKLAN 336x280
    Laporan pendahuluan merupakan tugas yang rutin dibuat oleh seorang perawat yang sedang menjalani proses profesi, biasanya setiap stase diwajibkan untuk membuat sebuah LP dan LK. nah berdasarkan hal tersebut, maka dari itu kami berusaha terus agar bisa memposting laporan pendahuluan dengan berbagai judul.

    Pada postingan kali ini kami bagikan laporan pendahuluan / LP osteoporosis yaitu sebuah tugas keperawatan yang bebrbentuk makalah yang terdiri dari tinjauan teori mulai dari pengertian, klasifikasi, etiologi, patofisiologi dan pathway, manifestasi klinik, komplikasi pemeriksaan penunjang dan penatalaksanaan hingga konsep asuhan keperawatan.

    Laporan pendahuluan / LP Osteoporosis (tulang keropos) ini telah kami susun dengan lengkap berdasarkan beberapa refferensi terpercaya.

    laporan pendahuluan / LP osteoporosis ini kami sediakan dalam bentuk format doc dan pdf, dengan tujuan memepermudah teman perawat sekalian. Yang bisa didownload menggunakan link alternatif yang telah kami sediakan diakhir artikel ini.

    Laporan Pendahuluan Osteoporosis

    Pengertian

    Osteoporosis berasal dari kata osteo dan porous, osteo artinya tulang, dan porousberarti berlubang-lubang atau keropos. Jadi, osteoporosis adalah tulang yang keropos, yaitu penyakit yang mempunyai sifat khas berupa massa tulangnya rendah atau berkurang, disertai gangguan mikro-arsitektur tulang dan penurunan kualitas jaringan tulang yang dapat menimbulkan kerapuhan tulang (Tandra, 2009).

    Menurut WHO pada International Consensus Development Conference, di Roma, Itali, 1992 Osteoporosis adalah penyakit dengan sifat-sifat khas berupa massa tulang yang rendah, disertai perubahan mikroarsitektur tulang, dan penurunan kualitas jaringan tulang, yang pada akhirnya menimbulkan akibat meningkatnya kerapuhan tulang dengan resiko terjadinya patah tulang (Suryati, 2006).

    Osteoporosis adalah gangguan metabolisme tulang sehingga massa tulang menurun, komponen matrik yaitu mineral dan protein berkurang, resorpi terjadi lebih cepat daripada formasi tulang sehingga tuang menjadi tipis. Pada tulang dengan osteoporosis terjadi penurunan ketebalan tulang kompakta dan peningkatan diameter rongga madulary. 

    Kondisi di ataas menyebabkan terjadinya pelebaran rongga sumsum tulang dan saluran havers, trapekula berkurang dan menjadi tipis akibatnya tulang mudah retak. Tulang yang mudah terkena adalah vertebra, pelipis dan tengkorak.


    Klasifikasi

    Osteoporosis dibagi 2 kelompok, yaitu :

    1. Osteoporosis Primer

    Osteoporosis primer berhubungan dengan kelainan pada tulang, yang menyebabkan peningkatan proses resorpsi di tulang trabekula sehingga meningkatkan resiko fraktur vertebra dan Colles. Pada usia decade awal pasca menopause, wanita lebih sering terkena dari pada pria dengan perbandingan 68:1 pada usia rata-rata 53-57 tahun.

    2. Osteoporosis Sekunder

    Osteoporosis sekunder disebabkan oleh penyakit atau sebab lain diluar tulang


    Etiologi

    Perkembangan osteoporosis sangat komplek meliputi faktor-faktor nutrisi, fisik, hormonal dan genetik. Adapun tiga faktor utama yang mempengaruhi osteoporosis adalah :

    1. Defisiensi kalsium.

    Hal ini dikarenakan intake kalsium dalam makanan yang kurang/tidak adekuat. Menurunnya kalsium ada hubungannya dengan bertambahnya usia yaitu dengan berkurangnya absorbsi kalsium, tidak adekuatnya intake vitamin D atau penggunaan obat-obatan (heparin, alkohol, antasida ikatan fosfat,, kortikosteroid, fenitoin, isoniazid) dalam jangka waktu lama.

    2. Kurangnya latihan yang teratur.

    Imobilisasi dapat menyebabkan proses menurunnya massa tulang. Olahraga atau latihan yang teratur dapat mencegah penurunan masssa tulang. Tekanan-tekanan mekanis pada latihan akan membuat otot-otot berkontraksi yang dapat merangsang formasi tulang.

    3. Perbedaan jenis kelamin.

    Hormon-hormon reproduksi mempengaruhi kekuatan tulang. Pada wanita post menopouse, hormon reproduksi dan timbunan kalsium tulang menurun. Hormnon yang sangat menurun adalah estrogen. Dengan demikian wanita lebih cepat dan berisiko mengalami osteoporosis daripada laki-laki. Padda laki-laki osteoporosis terjadi setelah usia 70 tahun.

    Selain tiga hal tersebut di atas, gangguan kelenjar endokrin dapat menyebabkan osteoporosis yaitu penyakit chusing, thyrotoxicosis atau hipersekresi kelenjar adrenal.

    Faktor risiko terjadinya osteoporosis antarra lain : kurang terkena sinar matahari, alkoholisme, banyak mengkonsumsi nikotin (perokok) dan kafein, kurang aktivitas fisik, ada riwayat keluarga dengan osteoporosis. 


    Patofisiologi

    Patogenesis osteoporosis promr mempunyai faktor etiologi multipel sebagai akibat bertambanya usia, yang merupakan perpaduan antara turunnya pembentukan tulang ddan peningkatan reapsorpsi tung yang hasil akhirnya ialah hilangnya massa tulang. Beberapa hipotesis yang diajukan antara lain : kegagalan relatif osteoblast, defisit vitamin D dan kalsium akibat perubahan diet. Penurunan efisiensi absorpsi kalsium di usus ddan efisiensi kalsium di ginjal, penurunan kadar kalsitonin dan estrogen dan kenaikan kadar PTH.

    Pathway

    Manifestasi Klinik
    • Osteoporosis mungkin tidak memberikan gejala kinis sampai terjadi patah tulang, nyeri dan deformitas biasanya menyertai patah tulang.
    • Dengan melemah dan kolapsnya korpus vertebra, tinggi seseorang dapat berkurang atau timbul kifosis dan individu menjadi bungkuk (kadang-kadang disebut dowager’s hamp).
    • Adanya osteopenia gigi ditandai dengan gejala gigi mudah tanggal yang disertai reapsorpsi gusi ata banyak gusi yang goyah, dapat digunakan sebagai patokan kemungkinan adanya osteoporosis tulang.

    Komplikasi

    Adapun komplikasi yang bisa ditimbulkan dari osteoporosis ialah sebagai berikut :
    • Fraktur tulang panggul
    • Fraktur pergelangan tangan.
    • Fraktur columna vertebaralis dan paha.
    • Fraktur tulang iga.
    • Fraktur radius.

    Pemeriksaan Diagnostik
    • Pemeriksaan sinar-X terhadap tulang memperlihatkan penurunan ketebalan tulang.
    • CT scan densitas tulang dapat memberikan gambaran akurat mengenai tingkat massa tuang dan menentukan kecepatan penipisan tulang.

    Penatalaksanaan

    Penatalaksanaan Medis dan Keperawatan

    1. Pengobatan
    • Meningkatkan pembentukan tulang, obat-obatan yg dapat meningkatkan pembentukan tulan adalah Na-fluorida dan steroid anabolik
    • Menghambat resobsi tulang, obat-obatan yang dapat mengahambat resorbsi tulang adalah kalsium, kalsitonin, estrogen dan difosfonat.
    2. Penatalaksanaan keperawatan
    • Membantu klien mengatasi nyeri.
    • Membantu klien dalam mobilitas.
    • Memberikan informasi tentang penyakit yang diderita kepada klien.
    • Memfasilitasikan klien dalam beraktivitas agar tidak terjadi cedera.
    3. Pencegahan
    • Pencegahan osteoporosis dimulai sejak masa anak-anak dan remaja yaitu kebiasaan berolahraga dan nutrisi yang adekuat untuk memperkuat tulang.
    • Olahraga beban bahkan pada usia lanjut (>85 tahun), telah dibuktikan dapat meningkatkan kepadatan tulang dan massa otot dan memperbaiki daya tahan fisik dan keseimbangan.
    • Terapi estrogen-progesteron pengganti selama dan setelah menopouse dapat mengurangi pembentukan osteoporosis pada wanita. Kontra indikasi terapi penggantian estrogen adalah riwayat kanker payudara pada individu atau keluarga atau riwayat individu mengidap pembentukan pembekuan darah.
    • Terapi testosteron dapat mengurangi osteoporosis pada pria.
    • Suplemen kalsium dan vitamin D melalui makanan dapat mengurangi pembentukan osteoporosis baik pada pria maupun wanita.
    • Hindari merokok.

    Konsep Asuhan Keperawatan

    Pengkajian

    a. Riwayat Keperawatan 

    Perawat perlu menanyakan adanaya :
    • Rasa sakit/nyeri pada tulang punggung (bagian bawah), nyeri leher, merasakan berat badan menurun. Umur dan jenis kelamin biasanya diataas usia 50 tahun dan sering pada wanita, kurangnya aktifitas atau Imobilisasi. keadaan nutrisi misal kurang vitamin D, C dan kalsium. Mengkonsumsi alkohol dan kafein, merokok.
    • Adanya penyakit endokrin : Diabetes melitus, Hipertiroidisme, hiperparatiroidisme, chusing’s syndom, acromegali, hypogonadism.
    b. Pemeriksaan fisik

    Lakukan penekanan pada tulang punggung apakah terdapat nyeteka, nyeri pergerakan. Periksa mobilitas amati posisi pasien yang nampak membungkuk.

    c. Riwayat psikososial

    Penyakit ini terjadi pada usia tua dan lebih banyak pada wanita. Biasanya sering timbul kecemasan, takut melakukan aktifitas, dan perubahan konsep diri.


    Diagnosa Keperawatan

    Diagnosa keperawatan yang timbul pada pasien osteoporosis, pada umumnya adalah:
    1. Gangguan mobilitas fisik sehubungan dengan proses penyakit
    2. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh untuk kalsium dan vitamin D
    3. Gangguan konsep diri : perubahan body image / harga diri berhubungan dengan proses penyakit
    4. Kurang pengetahuan tentang perawatan dirumah

    Intervensi Keperawatan

    Diagnosa Keperawatan 1.

    Gangguan mobilitas fisik sehubungan dengan proses penyakit

    Tujuan : Pasien dapat meningkatkan mobiltas dan aktifitas

    Rencana/tindakan keperawatan
    • Gunakan matress dengan tempat tidur papan. Hal ini untuk memperbaiki posisi tulang belakang
    • Bila ada indikasi, bantu pasien dengan menggunakan walker atau tongkat
    • Bantu dan ajarkan untuk latihan ROM setiap 4 jam utnuk meningkatkan fungsi persendian dan mencegah kontraktur
    • Ajarkan pada pasien untuk mencegah fraktur 
    • Bila pasien dianjurkan menggunakan brace punggung atau korset, perlu dilatih penggunaan dan jelaskan tujuannya yaitu untuk menunjang tubuh/anggota badan.
    • Beriakn analgetik, estrogen, kalsium dan vitamin D sesuai terapi dokter
    • Berikan diet tinggi kalsium dan vitamin D sesuai terapi dokter
    • Monitor kadar kalsium.
    Diagnosa Keperawatan. 2

    Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh untuk kalsium dan vitamin D

    Hasil yang diperkirakan : pesien menunjukkan masukan kalsium dan vitamin D yang adekuat, merencanakan menu 3 hari yang memberikan masukan yang cukup dari keduanya

    Rencana tindakan / intervensi
    • Pastikan bahwa pasien memperhatikan pengetahuan tentang makanan tinggi kalsium : keju, susu, sayuran hijau, talur, kacang, biji wijen, tiram. Berikan pasien daftar makanan, temasuk jumlah relatif kalsium di masing-masing 
    • Ajarkan pasien bagaimana merencanakan menu yang memberikan masukan kalsium dan makanan diperkaya vitamin D yang cukup setiap hari
    Diagnosa Keperawatan. 3

    Gangguan konsep diri : perubahan body image / harga diri berhubungan dengan proses penyakit

    Tujuan : Pasien dapat mengekspresikan perasaan, pasien dapat mengungkapkan kopinh yang positif.

    Rencana/tindakan keperawatan
    • Bantu pasien untuk mengekspresikan perasaannya dan dengarkan dengan penuh perhatian. Mencuptakan hubungan harmonis sehingga timbul koordinasi
    • Klarisifikasi bila terjadi kesalahan pemahaman tentang proses penyakit dan pengobatan serta perawatan yang diberikan. Meningkatkan koordinasi selama keperawatan
    • Identifikasi bersama pasien tentang alternatif pemecahan masalah ayng positif. Dapat mengembalikan rasa percaya diri
    • Bantu untuk meningkatkan komunikasi dengan keluarga dan teman
    Diagnosa Keperawatan. 4

    Kurang pengetahuan tentang cara perawatan dirumah 

    Tujuan : Pasien dan keluarga dapat memahami cara perawatan dirumah dengan benar

    Rencana/tindakan keperawatan
    • Jelaskan pentingnya diit yang tepat, aktifitas yang sesuai serta istirahat yang cukup 
    • Jelaskan penggunaan obat yang diberikan secara detail
    • Jelaskan pentingnya lingkungan yang aman misal lantai tidak licin, menghindari jatuh, menggunakn pegangan, menghindari gerakan cepat dan tiba-tiba
    • Ajurkan untuk mengurangi kafein, alkohol, dan merokok bila pasien sebelumnya mengkonsumsi atau menghindarinya
    • Jelaskan pentingnya follow-up

    Evaluasi
    • Tidak terjadi komplikasi
    • Aktifitas dan mobilitas terpenuhi
    • Perilaku yang adaptasi
    • Memahami cara perawatan dirumah.

    Daftar Pustaka
    • Bunga rampai, editor Waspadji, Sarwono dkk. 1996. Ilmu Penyakit Dalam. FKUI. Jakarta
    • Corwin, Elizabet. J. 2000. Buku Saku Patofisiologi. EGC. Jakarta
    • Carpenito, Lynda Jual. 2000. Buku Saku Diagnosa Keperawatan edisi 8. EGC. Jakarta
    • Swearingen. 2000. Keperawatan Medikal Bedah Edisi 2. EGC. Jakarta.
    Untuk mendownload laporan pendahuluan osteoporosis doc dan pdf dibawah.
    Link Alternatif
    Demikian laporan pendahuluan / LP Osteoporosis (Tulang keropos), download doc dan pdf kami bagikan, semoga bisa membantu menjadi refferensi teman-teman sekalian dalam pembuatan tugas keperawatan tentang osteoporosis atau tulang keropos. 

    Jika membutuhkan laporan dengan judul apapun silahkan tinggalkan pesan dikolom komentar, InsyaAllah kami terbitkan. Terima kasih.
    KODE IKLAN 300x 250
    close
    ==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==
    KODE IKLAN DFP 2
    KODE IKLAN DFP 2