KODE IKLAN DFP 1 Pengertian Hukum II Kirchoff | Info-Terlengkap

Recents Posts

    Iklan Atas Artikel

    Pengertian Hukum II Kirchoff

    KODE IKLAN 200x200
    KODE IKLAN 336x280
    Pengertian hukum II kirchoff - Tahukah kamu apa itu hukum kirchoff 2. Sebelumnya hukum kirchoff merupakan 2 persamaan yang berhubungan dengan tegangan dalam rangkaian listrik. Hukum kirchoff sendiri terbagi menjadi 2 macam yaitu hukum kirchoff 1 dan hukum kirchoff 2. Untuk hukum kirchoff 1 silahkan baca artikel tentang: Pengertian Hukum I Kirchoff. Sedangkan untuk kali ini kami akan membahas tentang pengertian hukum 2 kirchoff. Mungkin diantara kamu ada yang pernah mendengar seperti apa yang dimaksud hukum kirchoff 2, namun lupa seperti apa definisi hukum kirchoff 2. Maka dari itulah kami di sini menuliskan tentang apa yang dimaksud dengan hukum kirchoff 2 untuk mengingatkan kembali atau bisa anda jadikan sebagai catatan yang bisa kamu baca jika suatu saat lupa. Berikut ini penjelasan dari kami tentang pengertian dan bunyi hukum kirchoff 2 beserta contoh soal hukum kirchoff ii.

    Pengertian Hukum Kirchoff II

    Hukum Kirchoff 2 yaitu hukum kirchoff yang dipergunakan untuk melakukan analisis tegangan atau beda potensial komponen-komponen elektronika pada sebuah rangkaian tertutup. Hukum kirchoff 2 ini sering disebut dengan hukum tegangan kirchoff atau Kirchoff’s Voltage Law (KVL).

    Hukum II Kirchoff adalah hukum yang berkaitan dengan tegangan dan gaya gerak pada rangkaian listrik tertutup (loop). Hukum II Kirchff menyatakan bahwa pada rangkaian listrik tertutup, jumlah aljabar gaya gerak listrik (E) dengan penurunan tegangan (IR) sama dengan nol.
    Dalam menggunakan persamaan hukum II Kirchoff, kita harus memperhatikan beberapa hal berikut ini.
    • Kuat arus bertanda positif (+) jika searah dengan arah loop yang kita tentukan dan bertanda negatif (-) jika berlawanan dengan arah loop yang kita tentukan.
    • Apabila saat mengikuti arah loop, kutub positif sumber tegangan dijumpai lebih dahulu daripada kutub negatifnya, maka GGL (E) bertanda positif (+). Sebaliknya, jika kutub negatif dijumpai lebih dahulu, maka GGL (E) bernilai negatif (-).

    Berikut ini ialah bunyi hukum kirchoff 2:
     persamaan yang berhubungan dengan tegangan dalam rangkaian listrik Pengertian Hukum II Kirchoff

    Agar lebih jelas dan bisa memahami bunyi hukum kirchoff 2, perhatikan rangkaian dan rumus berikut ini:
     persamaan yang berhubungan dengan tegangan dalam rangkaian listrik Pengertian Hukum II Kirchoff

    Berdasarkan dari rangkaian tersebut, maka bisa dirumuskan sebagai berikut ini:

    Vab + Vbc + Vcd + Vda = 0

    Contoh Soal Hukum Kirchoff II

    Agar lebih paham tentang hukum kirchoff 2, maka di sini kami akan memberikan contoh soal tentang hukum kirchoff ii. Silahkan perhatikan contoh soal dan jawaban hukum kirchoff ii berikut ini.
     persamaan yang berhubungan dengan tegangan dalam rangkaian listrik Pengertian Hukum II Kirchoff

    Perhatikanlah rangkaian diatas, nilai-nilai Resistor yang ada dalam rangkaian tersebut yaitu sebagai berikut ini:
    R1 = 10?
    R2 = 20?
    R3 = 40?
    V1 = 10V
    V2 = 20V

    Berakah arus yang melewati resistor R3 ?

    Jawaban :
    Dalam rangkian tersebut ada 3 percabangan, 2 titik, serta 2 loop bebas (independent).
    Untuk persamaan pada titik A dan titik B, gunakanlah hukum kirchoff I (hukum kuat arus kirchoff).
    Titik A : I1 + I2 = I3
    Titik B : I3 = I1 + I2

    Untuk Loop1, Loop 2 dan Loop 3, gunakanlah hukum kirchoff II (hukum tegangan kirchoof).
    Loop 1 : 10 = R1 x I1 + R3 x I3 = 10I1 + 40I3
    Loop 2 : 20 = R2 x I2 + R3 x I3 = 20I2 + 40I3
    Loop 3 : 10 - 20 = 10I1 - 20I2

    Seperti yang sebelumnya telah disebutkan, bahwa I3 ialah hasil dari penjumlahan I1 dan I2, maka persamaannya bisa kita buat seperti berikut ini:
    Persamaan 1 : 10 = 10I1 + 40(I1 + I2) = 50I1 + 40I2
    Persamaan 2 : 20 = 20I2 + 40(I1 + I2) = 40I1 + 60I2

    Jadi sekarang mempunyai 2 persamaan, dari persamaan tersebutlah kita memperoleh I1 dan I2 sebagai berikut ini.
    I1 = -0.143 Ampere
    I2 = +0.429 Ampere

    Seperti yang telah diketahui bahwa I3 = I1 + I2
    Sehingga arus listrik yang mengalir pada R3 yaitu -0.143 + 0.429 = 0.286 Ampere
    Kemudian tegangan yang melawan R3 ialah 0.286 x 40 = 11.44 Volt

    Tanda (-) negatif pada arus I1 itu menandakan kalau arah aliran arus listrik yang diasumsikan dalam rangkaian tersebut yaitu salah. Jadi arah aliran arus listrik semestinya menuju ke V1, sehingga V2 (20V) melakukan charging atau pengisian arus terhadap V1.

    Demikianlah penjelasan dari kami tentang Pengertian Hukum II Kirchoff. Semoga penjelasan yang kami tuliskan dalam blog Infoterlengkap.com di atas dapat memberikan manfaat.
    KODE IKLAN 300x 250
    close
    ==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==
    KODE IKLAN DFP 2
    KODE IKLAN DFP 2